Pages

Kamis, 20 Agustus 2015

Dibalik Bahagia Palsu

Nawala angin terbang tercabik
Riak hujan hari ini terdengar suram
Kenangan yang menghentak cakram dunia
Tak gentar mulai nampak wajahnya

Diam terdesak, diam mendesak
Harap yang seharusnya datang, pergi entah kemana
Hiruk pikuk kota sore hari terdengar sepi
Langkah kaki kian mencekik

Dia hilang termakan air hujan
Sayapnya hitam legam besi berkarat
Langkah kakinya kasar, sekasar lemari tua
Selangkah pergi hidupnya terhenti

Hidupnya indah tanpa sengenggam mawar
Hidupnya bebas tersulut api
Abu melayang hempas tersambar
Lepas tak ada aturan

Dia tersungkur dunia
Mengukur tinggi sabar terpenggal
Dia bangkit mayat tulang belulang
Berdiri samar dibalik dedaunan

Melihat indahnya sengsara
Dibalik derita manusia kota
Terbebanlah hidupnya sekarang
Mengenal hidup tanpa bahagia


vla

Tidak ada komentar:

Posting Komentar