Nawala angin terbang tercabik
Riak hujan hari ini terdengar suram
Kenangan yang menghentak cakram dunia
Tak gentar mulai nampak wajahnya
Diam terdesak, diam mendesak
Harap yang seharusnya datang, pergi entah kemana
Hiruk pikuk kota sore hari terdengar sepi
Langkah kaki kian mencekik
Dia hilang termakan air hujan
Sayapnya hitam legam besi berkarat
Langkah kakinya kasar, sekasar lemari tua
Selangkah pergi hidupnya terhenti
Hidupnya indah tanpa sengenggam mawar
Hidupnya bebas tersulut api
Abu melayang hempas tersambar
Lepas tak ada aturan
Dia tersungkur dunia
Mengukur tinggi sabar terpenggal
Dia bangkit mayat tulang belulang
Berdiri samar dibalik dedaunan
Melihat indahnya sengsara
Dibalik derita manusia kota
Terbebanlah hidupnya sekarang
Mengenal hidup tanpa bahagia
vla
Tidak ada komentar:
Posting Komentar